Pengertian Dividend Yield dan Rumus Menghitung Dividend Yield

Pengertian Dividend Yield dan Rumus Menghitung Dividend Yield. Sebelumnya, kami sudah pernah membahas tentang istilah-istilah saham yang harus kamu ketahui nih sobat muda-mudi. Sebelum mengenal lebih jauh tentang dunia saham, ada baiknya kamu perlu tahu istilah-istilah yang ada dalam dunia saham.

Kali ini, kami akan membahas tentang dividend yield dan rumus untuk menghitungnya.

Salah satu daya tarik yang membuat orang banyak tertarik untuk investasi saham selain capital gain tentu saja adalah dividend yield atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai rasio hasil dividen.

Secara sederhana rasio hasil dividen ini adalah pembagian laba perusahaan kepada para pemegang saham berdasarkan jumlah saham yang dimiliki. Jika kamu memiliki saham di emiten yang melantai di BEI, berarti kamu berkesempatan untuk mendapatkan bagi hasil dari laba yang didapatkan oleh perusahaan.

Contoh : kamu memiliki saham sebesar 10 lot atau jika di-konversi menjadi 1000 lembar — perusahaan akan membagikan dividen sebesar Rp.50 untuk setiap lembar yang kamu miliki. Anggap saja saat ini kamu memegang 10 lot saham, itu artinya kamu berhak mendapatkan 1000 lembar x 50 = 50.000.

Meski begitu, tidak sedikit orang yang baru terjun di dunia saham salah kaprah mengenai pembagian hasil dividen ini. Besar kecil nilai dividen bukan dilihat dari nominal yang diberikan.

Melanjutkan contoh yang tadi. Nominal Rp.50 untuk setiap lembar saham, apakah ini merupakan nilai yang besar atau justru sedikit?

Untuk mengetahui besaran dari keuntungan dividen — hal yang paling benar adalah melihat persentase melainkan bukan nominal.

Rumus menghitung dividend yield

Rumus untuk menghitung dividend yield adalah (Harga dividen per lembar saham / Harga per lembar pasar) x 100.

Untuk lebih mempermudah kita ambil contoh melalui ilustrasi berikut.

Perusahaan BBCA (kode saham untuk BCA) akan membagikan dividen dengan harga untuk per lembarnya adalah sebesar Rp.4500. Saat hari pembagian dividen tersebut, harga untuk per lembar saham BBCA di bursa adalah sebesar Rp.30.000. Jadi, jika dimasukkan rumus akan menjadi :

Dividend yield = (4500/30000)x100

Dividend yield = 15%

Jadi, BBCA membagikan dividen sebesar 15% — angka ini cukup besar.

Kita ambil contoh kedua.

Saham GGRM(kode untuk saham Gudang Garam) membagikan dividen sebesar Rp.6000 untuk per lembar saham. Harga GGRM saat pembagian dividen adalah sebesar Rp.56.500. Jadi, jika dimasukkan rumus akan menjadi :

Dividend yield = (6000/56500)x100

Dividend yield = 10,61%

Dari 2 contoh diatas, jika diukur nominal dividen memang lebih besar GGRM dibandingkan BBCA — namun secara pembagian keuntungan atau dividend yield maka BBCA > GGRM.

Sampai disini, kamu sudah pahamkan tentang pengertian dividend yield dan rumus untuk menghitungnya? jika belum, komen dibawah ya 😉

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here