Acara obrolan tengah malam (late night show) di Amerika Serikat menjadi salah satu pengaruh besar dalam perjalanan karir komedian-komedian di sana. Konsep acara obrolan tengah malam tak hanya berisi hiburan semata, ia juga berisi isu-isu penting, maka konsep acara seperti ini menjadi penting pula dalam kehidupan sosial-politik di sana. 

Late Night Show itu seperti apa?

Sebuah program malam dimana orang bisa mendapat banyak kabar tentang apa yang terjadi di dunia, berita, konteks & sentimen terhadap berita-berita tersebut. Program late night itu secara definisi tidak benar-benar baku, tetapi sangat variatif, spektrumnya mulai antara talkshow ringan yang penuh canda, gimmick dan permainan  sampai ke level dimana talkshow yang bobotnya lebih berat pada sisi berita.

Kemasan acaranya bagaimana?

Secara kemasan yang paling repetitif, late night show diisi seorang pembawa acara yang duduk di balik meja, kemudian terdapat sofa tempat di mana tamu berbincang dengan pembawa acara. Biasanya program sebegini dibuka dengan monolog dan kemudian diisi beragam bintang tamu, quiz dan permainan

Late Night Show di Indonesia

Konsep acara obrolan malam di Indonesia memang telah di adaptasi sejak cukup lama, tapi sayangnya konsepnya cenderung menurunkan bobot konteks-sentimen dan beralih ke hiburan semata. Harus diakui konsep ini dipengaruhi banyak hal, tapi bagi saya sistem rating televisi adalah penyebab utamanya, secara kultur pekerja-pekerja televisi di Indonesia terpaku pada rating dalam pengambilan-pengambilan keputusan kreatif, hal ini mengakibatkan konsep-konsep acara terpaku pada “selera penonton” yang padahal keakuratan riset rating itu sendiri perlu diragukan.

Prospek Late Night Show di Indonesia

Coba ingat-ingat lagi, kapan terakhir kali kita menonton acara obrolan tengah malam yang bisa menampilkan opini pembawa acaranya secara penuh pada satu segmen? Rasa-rasanya tidak bisa di ingat. Padahal secara bobot, kita punya cukup banyak komedian yang bisa diproyeksinya menjadi sosok tepat dalam memandu acara obrolan tengah malam yang “berisi”. Dalam pendapat saya pribadi, nama seperti Abdur Arsyad, Dzawin Nur Ikram dan Pandji Pragiwaksono sangat cocok dijadikan pembawa acara late night show.

Mengapa mereka?

Masing-masing dari Abdur Arsyad, Dzawin Nur Ikram dan Pandji Pragiwaksono saya pandang memiliki worldview, gaya dan pembawaan yang menarik jika mereka memandu acara obrolan tengah malam. Hal yang paling saya harapkan dari mereka adalah momen-momen di mana mereka dapat menampilkan kedalaman mereka dalam berpendapat, selain itu dengan gayanya masing-masing mereka saya anggap mampu menghasilkan  acara obrolan tengah malam yang khas.

Konsep & pola distribusi baru

Lalu bagaimana, bisakah kita punya acara obrolan tengah malam yang ideal? Mengingat televisi sudah mulai ditinggalkan oleh masyarakat perkotaan, maka ada baiknya kita melirik layanan-layanan OTT, saya pribadi sangat terkesima dengan konsep acara talkshow ‘Patriot Act with Hasan Minhaj’ yang diproduksi oleh Netflix. Rasa-rasanya mengadaptasi konsep dan pola distribusi yang sama dapat membuat trigger yang baik dalam menumbuhkan acara obrolan tengah malam yang berbobot di Indonesia.

Mengapa ‘Patriot Act with Hasan Minhaj’ spesial?

‘Patriot Act with Hasan Minhaj’  terlihat memiliki visi ekplorasi budaya kekinian dan perpolitikan dengan mendalam dan sungguh-sungguh. Hal ini menjadikkan program ini sangat khas, berbanding dengan  acara talkshow serupa. Acara ini bertahan lama, dipercaya oleh kritikus-kritikus dan memenangkan banyak penghargaan. Selain itu bukti sukses yang paling nyata adalah efek-efek di masyarakat yang sering terjadi setelah sebuah episode dengan topik tertentu booming.

Secara kemampuan produksi dan SDM, Indonesia terbilang mampu menghasilkan acara serupa, yang kita butuh hanyalah seseorang untuk memulainya, lalu mempertahankannya. Kita butuh contoh sukses.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here